Rabu, 11 Juni 2014

Egois – oleh Akasia

 

Dua bola ditengah keindahan
Tak jengah aku menatap indahnya
Aku hanyalah satu dari seribu cinta
Mencoba hinggapi hati yang tak kunjung peka
Persetan dengan hari yang tlah lalu
Mencoba terbangkan rasa di hari itu
Suara suara merobek kalbu
Biarkan luka hadir dalam jiwaku
Jangan hanya memandangku
Jangan hanya berkata lewat tatap matamu
Aku sakit melihat senyum mirismu
Bisakah kita egois dalam hal itu?
Andaikan aku seorang penyair
Takkan kujadikan paris sebagai objekku
Kan ku gambarkan sebuah pulau
Hanya ada aku,kamu dan bahagia.
Bisakah kita bahagia tanpa luka?
Mencoba dustai hati yang smakin tersiksa
Ulaskan senyum seribu luka
Mereka hanya mengerti aku bahagia
Lalu bagaimana dengan cinta?
Biarlah waktu kan menjawabnya

Penantianku – oleh M. Ismail

 

 

Diujung gelisah ku berteduh
lelah ku bertahan di akhir penantian in
kini ku terdiam dlm seribu bahasa manjamu
sunyi ku rasa
hati in redup patah tiada arti
dalam tangisku merintih
aku bodoh…
memaksakan kehendak hati yang tak pasti
takut ku mencinta
namun ku harus merindu
aku luluh dalam janjimu
janji yang kau tuliskan dlm bahsa manjamu
kini kau menghilang dengan janji tu
sempai akhirnya aku sendri
itulah arti dri semua bahasamu
sandiwara itulah ceritamu
dan sendiri itulah cerita ku

Ibu – oleh Riska Puspa Sari

 

Ibu…
Betapa berartinya kau dihidup ku…
Kau yang mengandung ku selama 9 bulan…
Kau membawa ku kemana saja kau pergi disaat aku berada didalam perut mu…
Setelah 9 bulan kau lakukan semua itu…
Kau lahirkan aku di dunia ini…
Kau berkorban nyawa hanya ingin melahirkan ku…
Betapa sungguh mulia hati mu ibu…
Betapa bahagianya kau melihat ku disaat kau sudah melahirkan ku…
Kau bersyukur dan meneteskan air mata bahagia disaat kau melihat ku hadir di dunia ini…
Setiap hari kau menggendong ku ,menjaga ku ,merawat ku ,menidurkan ku di setiap waktu dan memberi kan ku ASI di saat ku masih bayi…
Kini ku sudah dewasa kau masih sayang dan perhatian kepada ku…
Walaupun aku sering egois kepada mu…
Walaupun aku sering membentak mu dan mengeluarkan kata kata kasar yang tak pantas kau dengar dari mulutku…
Walaupun aku sering membuat mu sedih hingga kau meneteskan air mata…
Kau tetap saja sayang dan sabar terhadap ku ibu…
Maaf kan aku ibu…
Walaupun emas ,uang ,harta ,kekayaan yang ku punya ku berikan kepada mu hanya untuk membalas semua jasa jasa mu…
Namun semua itu tak berarti apa apa…
tak sebanding dengan besar nya kasih sayang mu kepada ku…
Tak sebanding dengan kesabaran mu dalam mejaga dan mendidik ku dari ku kecil hingga ku dewasa…
Maaf kan semua kesalahan ku ibu…
” I LOVE YOU IBU “

Cinta Sejadi – oleh Adi Syah

 

Kaulah sayang ku paling setia…
Tempat bersandar saat duka…
Hiasi hariku penuh kasih mesra…
Cinta tulus suci tiada duanya…
Alam raya dunia semesta…
Seakan jadi milik kita berdua…
Yang lain seperti cuma sewa…
Sebagai pelengkap isi saja…
Duhai kekasih dekaplah jiwa…
Peluk erat sentuhan asmara…
Temani ragaku habiskan usia…
Hingga nanti menutup mata…
AKU BERKACA
Oleh Chairil Anwar

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!
Cahaya Malam

Pernahkah diri terpana saat bintang dan bulan bersama
Meluangkan waktu tuk berdua, berjumpa tuk tertawa bersuara di hening malam

detak,..detak jantung berpacu dengan waktu, tak terasa cepat berlalu saat 2 untuk 1

Lupakah..
kan kenangan masa indah
ntah berapa lamanya masa
Lupakah… kau
ada bintang disini
menanti secercah cahaya bulan di Malammu
walau hanya kau intip aku sang
bintang mu dulu
ku kan senang

Pintaku meminta
jangan kau lupakan akan diriku
sang bintang kan slalu setia menanti .